07.07.05
Taste of eLBoM
eLBoM ’05 (wisma Puas Xurang, 3-5 Juli 2005)
lengkap sudah pertanda 4WI di hidupku yang ke21… lewat berbagai cara salah satunya elbom’05
dari sejak pagi tanggal 3 juli ketika seorang ibu datang ke psikologi bersama anaknya yang siap berangkat elbom tapi karena ga dateng TM jadinya datang kepagian. Wong jadwal jam 13.00 dateng jam 09.00 apa nggak ngenthosh?!. Itu sudah satu kesalahan yang dia buat, kemudian ibu tersebut marah-marah karena anak yang satunya ga boleh ikut elbom karena quota sudah melampaui batas. (ya iya lah wong dia ga confirm). Udah gitu ibu tersebut ngata-ngatai panitia ga professional pula…. Subhanallah, masih banyak orang yang nggak sadar sama lisannya….
Kemudian peserta elbom yang akhirnya berjumlah 60 anak dengan mayoritas laki-laki yang polah tingkahnya.. WAW!!!!subhanallah, dibalik keluhan pemandu dan mungkin panitia lain, dibalik judgment bahwa pemandu elbom ’05 belum professional, tapi deep down inside, kami para pemandu sangat mencintai adek2 peserta elbom. They’re just awesome!!! Mereka bandel memang kalau menurut sebagian orang, tapi menurutku mereka hanya menikmati hidup dan perannya sebagai anak-anak… subhanallah indahnya hidup mereka
Yang paling bikin aku terharu adalah ketika orang tua peserta mengantar, menjenguk dan menjemput para peserta… subhanalloh, ternyata mereka sangat mempercayai kami… aku percaya itu bukan kalimat basa-basi, tampak jelas dimata mereka bahwa mereka menitipkan anak mereka dengan penuh harapan dan kepercayaan.. subhanallah… kebayang ga sih gimana rasanya menjadi yang dihargai, yang dipercaya, yang diharapkan… itu tu udah yang paling bikin bahagya deh…. Menjadi berharga
Ada juga peserta elbom yang nyaris ga ikut elbom karena quota sudah penuh. Tapi masih berusaha nego sampai akhirnya diketahui bahwa dia mengikuti elom ini separuhnyaadalah biaya sendiri.. subhanallah segitu pengennya bidadari ini wat ikut elbom… kayak begitu gimana nggak terenyuh.. akhirnya kami membolehkannya mengikuti elbom.
Ada juga peserta laki-laki yang tampak berbeda dengan teman kelompoknya. Kebetulan ia berada di kelompok yang paling aktif agresif hehehhehe dia sangat antusias, tampak cerdas, komunikatif dan sangat dewasa.. bayangin anak kelas 3 SD bisa bilang “nggak papa kok” waktu aku menegur salah satu temannya yang tidur dipaha anak tersebut,,, aku bilang jangan begitu nanti dia ga bisa lihat ke depan dong… dan dia bilang dengan tulus “nggak papa kok” dia mengatakan itu denagn penuh kasih saying sambil membelai temannya yang tidur dipaha nya. Aku seneng sama anak itu, kemudia aku cari info ttg dia, sempet foto bareng juga lhow.. dan belakangan aku tau orang tuanya udah cerai, dan ia tinggal bersama ibunya yang super sibuk.. subhanallah indahnya ketika orang tua masih utuh… dan dia masih kecil, dia masih butuh orang taunya…. Subhanallah, tolong jagain ghiffar
Ada juga kelompok yang kebetulan paling aktif agresif dan jumlah anaknya paling banyak… dua pemandu laki-laki dewasa masih belum bisa mengendalikan mereka.. akhirnya diberikan pemandu tambahan seorang perempuan… dan subhanallah aku percaya kehadiran pemandu peremuan tersebut bisa sangat membantu. Bahakan ketika dua pemandu laki-laki itu pada tepar, sangpemandu perempuan ini masih berusaha dan bisa mengendalikan ke 11 anak laki-laki yang sangat aktif ini… subhanallah begitu besar sosok ibu Kau tunjukkan disini. 2 orang bapak masih kalah jago ngurus anak dibanding seorang ibu yang super mom itu.
Dibalik kenakalan seorang anak, mereka menyimpan dunia yang menakjubkan, coba deh get closer to them…. Percaya mereka akan mengundangmu masuk ke dunia mereka yang ramah, bersahaja, tapi sangat menyenangkan
Satu lagi yang aku nggak akan pernah lupa di elbom ini, baru pertama kalinya dalam hidupku turun gunung naik motor ga pake lampu di waktu shubuh. Subhanallah semoga ga akan terulang lagi…
Ceritanya
kan waktu itu habis shubuh, mau ngambil susu di jogja, trus pinjem motor nadvi.. tadinya sih lampunya masih nyala.. ee.. belom 1 km dari wisma, tu lampu udah mati.. kalo mo baliklagi lebih serem kan naik-naik gitu ga pake lampu masih gelap gulita pula… akhirnya keep going on aja turun ke jogja… itu ya… baru pertama kalil dalam hidup aku naik motor, egelap, ga pake lampu, turun gunung, banyak tikungan tajam yang kanan kiri jalan terdapat jurang yang menyeramkan… tapi alhamdulillah selamat sampai jogja dan sampai balik lagi ke wisma puas.
Subhanallah… banyak sekali kejadian yang menunjukkan kebesaranmu ya Rabbb
Yang
kan selalu menjadi benteng tebalku tuk meninggalkanMu… syukurku….